25 Juni 2010

Closed Blog

Seperti yang tertulis di Judul, dengan ini Blog yang sudah (berhasil) bertahan selama kira-kira 3 bulan, mulai saat ini secara Resmi: DITUTUP

Terima Kasih atas Kerjasama antara pemakai Blog dengan pemilik Blogger.

06 September 2009

Studio and Restaurant

ngeliat judulnya aja pasti tau saya mau bahas apa.. oke langsung saja


Studio...
tempat dimana orang2 (kebanyakan anak muda) melakukan ritual: Bakar Mayat!!!
lho kok jadi nyambung ke bakar mayat? gini lho, bakar mayat itu salah satu upacara umat hindu di Bali yang punya nama lain Ngaben, nah istilah Ngaben inilah yg dipake temen2 saya klo mau Ngeband (tuh kan, kata2nya lumayan mirip)

tentunya alat2nya juga mudah ditebak seperti drum, bass, gitar, ampli, piano, dsb. tapi beberapa studio hanya melengkapi alat2 tersebut di ruangan2 tertentu. Piano misalnya, mungkin hanya terdapat di ruangan yang bernilai 35-50 ribu/jam. Untuk yang tidak dilengkapi piano (di ruangan saya ngeband contohnya) hanya bernilai 25 ribu/jam. Dan nilai2 tersebut juga bergantung pada studio tempat kita ngeband.

eit tapi jgn menganggap saya orang band ya, saya hanya additional player doang. Seandainya ada Triangle listrik di studio, mungkin saya langsung mainin tuh karena saya sudah sangat terlatih memainkannya (blm pernah liat kan?). Tau kan arti additional player? Nah, band tempat saya numpang lewat itu terdiri dari 5-6 personil dan bernama PPLS yang kepanjangannya adalah Para Pria Lulus Seleksi (amin...). Kenapa namanya bgini? karena mereka yang tergabung dalam satu bimbel dan sudah berada di kelas 12 ini punya 1 cita2 yg sama: Lulus Seleksi dan Masuk PTN idaman masing2.
Mau denger lagunya? ntar aja ya, mereka lagi sibuk, hehehe...


Restaurant...
klo yg ini saya mau promosi doang, namanya D'Cost. Sesuai slogannya yaitu 'Mutu bintang lima harga kaki lima', harga makanan disini memang murah. Contoh: es teh manis yg hanya bernilai Rp500 atau makan nasi sepuasnya hanya dengan Rp1000. Murah kan? makanya datengin aja tuh tempat, buruan sebelum gk bisa duduk disono!

omongan ini gk penting bgt ya?? biarin, yg penting pembaca cengo (lho lho lho?)

28 Juni 2009

Another Trip : Senayan!

hoho.. akhirnya saat yang ditunggu oleh para pembaca telah tiba!

ngapain ke senayan? tau lah hari ini ada pameran di sono, macem2 pamerannya tapi yang saya kunjungi hanya 2 tempat: JCC dan Istora

kata bokap, di JCC itu ada pameran hasil karya para mahasiswa (ato murid ya? dah lupa tuh.. hehehe) Indonesia. Emang sih, ada stand2 anak SMK tapi juga ada stand mahasiswa juga, jadi intinya pameran aja deh, bingung jadinya. Ada yang unjuk kebolehan robot buatannya, ada yang menunjukkan hasil kreasi untuk animasi gambar, ada pula yang mengurus bagian film ato musik. Saya sendiri sih mentingin kuliah, jdi saya samperin stand mahasiswa UGM ma ITB. Dapet informasi cukup mengenai PT, saya ngebolang lagi di tempat lain, nyampe di salah satu stand penerbit.
Di tempat itu banyak stand hiburan sperti maen ular tangga dengan pion anak kecil nan imut serta lugu (yang maen juga anak kecilnya lah, kasian klo ortunya maenin), sampe game2 online buatan anak Indo (emang semuanya dari Indo, lagian dari judul pamerannya ktauan semuanya asli dari Indo). Di stand tersebut, saya bli buku mahal, harganya 238500 dan tebel pula, lumayan buat maen gebuk ato lempar bantal. Tempat terakhir yang dijelajahi adalah hasil kerajinan tangan dari Indo, tapi saya tak tertarik. Lho? ko gk menghargai karya bangsa sendiri? bukan itu alasannya, tapi saya dah keburu capek dluan, jadinya males kliling lagi :P. Yah, overall baguslah, yang penting punya buku baru.

Istoranya gimana? oh iya, blm dicritain. hehehe

Di istora, tempat pameran buku alias book fair, justru menjadi lahan panen bagi saya. Kenapa? kan saya suka baca buku, jadinya bisa bli ini itu disamping harga diskon yang berkisar dari 20-70%, bagai mimpi di malam hari..
dengan jumlah modal yang sangat mencukupi, saya akhirnya surfing dan browsing di istora dengan gila2an, wahahhaha. Sukses memanen sebanyak 8 buku, saya akhirnya gk kuat lagi untuk melanjutkan ekspedisi disini. Dari rumah emang niat awalnya bli buku tebel buat dibaca ketika liburan, jadinya yang dipanen ya 'tanaman2 gemuk'. Sayangnya gr2 dua tempat ini terletak di Senayan, otomatis harga makanannya pun melambung. Ini nih yg bikin kesel, ketoprak dengan 1 ketupat ukuran kecil sebagai karbohidratnya (ya ampun masih bawa2 istilah ilmiah), plus pelengkapnya dihargai 10rb. Ketoprak bgini sih, saya pesen 4 juga masih kuat makannya. Sebagai pembanding, ketoprak yg jualan deket rumah saya dengan porsi yang mengenyangkan, hanya dihargai 5rb.
Apa ini karena pengaruh biaya hidup Jakarta? Ato karena krisis global? Ato emang penjualnya mau nyari untung gede? Apapun alasannya, minumnya Nu Greentea (emang waktu itu saya minum itu ko). Bagaimana kelanjutannya? Akibat keserakahan sang penulis ini, bokap pun tidak bisa membeli buku yang diinginkan (maafkan saya T.T, tapi tampaknya bokap emang gk da niat beli deh)

Nah, perjalanan berakhir sampai disini. Mau tau kelanjutannya? Tunggu kisah berikutnya dong

Another Trip: Jogjakarta!

Lagi2 blog ini terbengkalai akibat si penulis yang lagi2 kebingungan nyari bahan karena lagi2 si penulis tidak sempat mencari bahan dan ternyata waktu 2 bulan adalah waktu dimana sang penulis berhasil mencari bahan yg dibutuhkannya

ada 2 tempat yg berhasil diudek-udek ni, yaitu Jogjakarta dan Senayan

saya tuh ke Jogja karena ikut widyawisata dari skolah. Klo bkn krn itu ya blm tentu saya ikut ke sana, wong biayanya aja sampe 650rb.
Di Jogja, saya mengunjungi (baca: diantar) berbagai tempat terkenal di Jogja seperti UGM, tempat kerajinan batik dan perak, pabrik gula Madukismo, Malioboro sampe ke Candi Borobudur.

UGM, salah satu perguruan tinggi terkenal di Indonesia, menjadi tempat pertama yang dikunjungi, tetapi disana para murid hanya mendapatkan presentasi mengenai penerimaan mahasiswa baru UGM, dan tidak mengunjungi beberapa fakultas yang terdapat disana. Mulut pun ikut menguap lebar2 karena presentasinya lebih dari 2 jam. Kuat aja orang presentasi gitu, apa emang dari sono dah latian dulu ya?

Di PG Madukismo, saya dan kawan2 diajak berkeliling pabrik pake kereta sambil dijelaskan proses pembuatan gula. Yang mantepnya, guidenya ngomong gini: "Klo kalian bisa bawa karung gula ini, ya kalian bawa pulang aja tuh karung". Tantangan bagus guide! Sayangnya teman2 saya memilih untuk tidak mengangkatnya. Alasannya jelas: mau bawa oleh2 karung gula isi 50 kg?
Mending diisi yg laen deh, daripada karung gula

Nah, bagaimana dengan Malioboro? rame bener penjualnya! waktu itu saya bertujuh dgn kawan2 berjalan mengelilingi Malioboro sambil mendengar selingan kata2: "Ayo, ayo, kliling malioboro 5000 saja!". Di Malioboro, saya dianggap memecahkan rekor kelas. Rekor apa? Rekor bli baju dagadu asli yg ada di Mall Malioboro dengan jumlah 5 baju. Berhubung harganya berkisar antara 65-75 rb, makanya saya dianggap tajir, kaya, borju, dkk. dibanding yang lain yang hanya membeli 1-2 baju dagadu asli.

Kraton dan Borobudur, 2 tempat bersejarah dari Indonesia...
Di kraton apa-gitu-namanya, ternyata sudah tersedia 'jalur' untuk berkeliling di kraton dan tak bisa sembarangan karena para abdi kraton akan siap mengawasi anda. Foto boleh, tapi bayar. Satu alat foto (mau kamera polaroid, hp kamera, kamera SLR, intinya elektronik yang bisa multimedia) dihargai seribu. Yang bikin ngeselin, sementara saya dan kawan2 harus tersiksa melihat kliling kraton, eh malah gru2 naik becak dan keliling daerah situ. Grr...
Borobudur? Hati2 dengan penjual souvenirnya! udah banyak, mereka ngeselin karena terus2an menempel kita sambil nawarin barang dagangannya, walaupun tawarannya turun terus, seperti: "20000 satu -> 15000 dua -> 10000 tiga -> hingga akhirnya bisa sampai 5000 dua ato tiga" yah, memang demi lakunya barang dagangan mereka, tapi kesannya mereka maksa kita beli. temen saya pernah cerita bahwa salah satu keluarganya sampai diklilingi para pedagang hingga para penjual itu pun berbentuk lingkaran. Makanya, waspadalah! waspadalah!

edisi senayan akan menyusul muncul, sabar ya...

25 April 2009

Liburan Euy!!

Setelah sempat terbengkalai selama 3 bulan, akhirnya para pembaca blog yg sudah tidak sabar menunggu bisa membaca edisi terbaru dari saya

Kenapa bisa terbengkalai? karena saya sedang kebingungan mencari bahan dan skaligus lupa password buat login ke website blognya (jdi bagi anda yg punya blog jgn pernah lupakan password ya!)


Dalam rangka memperingati hari libur seminggu akibat UAN tingkat SMA, saya berinisiatif mengisi liburan dengan pergi jalan2, walaupun saya blum tau kemana tujuannya.

Acara jalan2 dimulai pada hari Rabu, saat saya pergi mengikuti acara pengajian bulanan bersama teman2 di Masjid Adz-Dzikri dan berlanjut dengan pergi ke Margo City Square untuk menonton film. Ternyata Platinum Screen di Margo masih tutup (emang di Margo, Platinum Screen masih tutup klo dah siang hari?) dan inisiatif kedua adalah pergi ke Pix. Semula saya bingung, apa itu Pix? Emang ada ya? dan ternyata memang ada walaupun tempatnya cukup tersembunyi. Disana terbaca: Pix, viewing room. Ruang nonton? Apa maksudnya? Ternyata semua back to basic, ada prosedurnya: Pilih dulu filmnya, baru nonton, kemudian bayar. Setelah perdebatan panjang ttg film apa yg dipilih, akhirnya kami sepakat menonton film berjudul: Journey to the Center of the Earth. Film yg bercerita tentang peneliti aktivitas vulkanis yg melakukan penelitian di suatu tempat bersama keponakannya dan pemandu gunung yg justru membawanya kedalam pusat bumi. Tampaknya bagi yg suka meneliti batu2an atau fiksi ilmiah, ini film yg cocok bgi mereka.


Bandung kemudian menjadi sasaran selanjutnya untuk disasar dengan tujuan bertemu kakak kelas. Sayangnya, Bandung tidak seperti Jakarta (siapa yg bilang sama?), disana terlalu banyak jalan satu arah yg memberikan dampak serius: Nyasar! Dampak yg sangat serius karena setelah puas ber'Keliling' kota Bandung selama beberapa jam, akhirnya berhenti juga di salah satu penginapan. Barulah pada pagi harinya saya pergi ke tempat kos2an kakak kelas yg letaknya cukup terpencil. Ternyata, tempat kos itu tidak seluas yg saya bayangkan. Tapi tak apalah, toh bisa bercengkrama dan ngobrol sudah membuat saya senang. Masalahnya, petualangan blum usai, karena saya masih mempunyai misi yaitu: Wisata Kuliner!!! (dengan backsound suara riuh penonton). Yang sangat disayangkan adalah saya hanya sempat mencoba baso tahu dan lotek. Mengapa hanya 2 menu bung? Karena duidnya dikit sekali. The last place is ITB. Berasa jdi anak kuliahan walaupun hanya keliling kampus, ternyata jadi anak kuliah itu tidak semudah yg dibayangkan.

Bener2 perjalanan yg menyenangkan sekaligus berkesan. Tidak disangka jalan2 itu membawa berkah dan kesenangan bagi orang yg menikmatinya. Makanya, ayo kita Jalan-Jalan!!!

10 Januari 2009

SPBU...

SPBU??? ngapain saya bahas ginian???

Tau kan SPBU itu apa??? SPBU = Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum

Kenapa saya bahas? krn saya baru saja mengunjungi SPBU terkenal, yaitu SPBU Tegal. Kenapa terkenal? karena inilah SPBU yang masuk ke dalam rekor MURI sebagai SPBU dengan toilet bersih terbanyak, yaitu 67 toilet bersih.

Karena saya seorang pria, maka saya tidak bisa memastikan jumlah toilet di bagian wanita (ya iyalah) dan karena saya rajin *halah* saya hitung jumlah toilet di bagian pria. 1,2,3,... ada total 39 toilet berdiri (tau kan toilet berdiri?) dan 12 toilet berpintu. Sedangkan di bagian wanita ada 12 toilet berpintu (knp saya tau? krn bisa dilihat, hehehe...).

Fasilitasnya jgn ditanya, anda bisa men-charge hp anda, bagi yg suka merokok bisa merokok, bahkan untuk beristirahat sekalipun, anda bisa mendapatkan layanan pijat refleksi dan bed rest. Adalagi bagi ibu-ibu yg sudah memiliki bayi, disediakan fasilitas tempat mengganti popok dan ruang menyusui. Serta terdapat fasilitas yang umum ditemukan di hampir smua SPBU: Musholla. Musholla disini ada di ruang tertutup, karena disini ada AC. Ya, AC! Tidak tanggung-tanggung ada 2 AC (di wilayah pria, gk tau d yg diseberang) dengan suhu 16 derajat Celsius. Jadi bagi anda yg tidak kuat dingin, siap-siap saja.

Bagaimana jika anda terbuai dan melupakan kendaraan anda??? Jangan takut! Disediakan fasilitas kamera CCTV yg terdapat di ruang utama (ruang duduk2 santai, bisa sambil merokok)
dan toilet pria (mungkin krn jarang terdapat wanita mengemudi). Kamera ini dapat membantu anda memantau kendaraan anda walaupun anda sedang bersantai.

Mungkin dari luar kelihatannya kecil, tapi don't judge the SPBU by it's appearance.

08 Januari 2009

Trip to Surabaya...

walah...

bru kluar dari rumah sakit gr" skit DBD + Typhus, besoknya disuruh pergi ke Surabaya...

walhasil, jdinya saya yg pergi dgn menggunakan mobil, hanya bisa tertidur dalam perjalanan...

dan setelah perjalanan yg bgitu panjang, akhirnya sampailah saya di Surabaya...

Di Surabaya...

Saya berwisata ria dgn mengunjungi berbagai objek wisata yg terdapat disana semacam Monkasel(Monumen Kapal Selam), Masjid Sunan Ampel, dll.

Monkasel dengan nama KRI Pasopati ini mempunyai pintu masuk dari samping. Saya bingung krn setau saya Kasel pintu masuknya dari atas. Ternyata pintu ini sengaja dibuat untuk memudahkan pengunjung masuk kedalamnya (kasian kan klo manjat dari atas trus turun pke tangga ke bawah?). Di dalam Monkasel ini terdapat berbagai ruangan macam ruang torpedo, ruang tidur, ruang kemudi, dsb. Tetapi yang paling mantap adalah di dalam Monkasel ini terdapat aksesoris indah: AC! Ya, tidak hanya satu bahkan ada hampir di setiap ruangan. Ini Kasel beroperasi skitar taun 60-an tpi dah punya AC? Setelah diusut ternyata untuk menambah kenyamanan pengunjung di Monkasel, iya juga ya?

Puas di monkasel, saya sekeluarga pergi menonton videorama(memang namanya bgitu, kpada yang bernama Rama, maklumi ya...) tentang pengenalan Kelautan. Dalam penayangan disebut dijelaskan sepintas tentang kasel, perjuangan AL(angkatan laut) dalam melakukan berbagai operasi, serta sumbangsih AL dalam masyarakat. Tentu saja saya menontonnya dengan berbagai gerakan aneh macam mengangkat kaki untuk dibentuk sila, sampai membuka mulut lebar-lebar (ngantuk, hoahm...), krn saya tidak terlalu tertarik menontonnya.

Di Masjid Sunan Ampel, saya sempat melakukan Sholat Zuhur, dan menjelajahi bagian dalam masjid tersebut. Tempat wudhunya unik, jd orang klo mau wudhu sebaiknya dalam posisi jongkok, nah toiletnya dibuat dengan desain yg unik karena dibuat sperti toilet berdiri dengan tembok sebagai bahan dasarnya dan menurut saya itu pemandangan yg tak biasa. Bagian dalamnya terdiri dari kombinasi kayu jati dengan tembok, bisa membuat arsitek terkagum-kagum (mungkin). Titik tertinggi di Masjid Sunan Ampel mungkin dapat mencapai 15 m. (saya kurang ahli dalam mengira tinggi suatu bangunan). Bagian dalamnya sangat luas tetapi terdapat sedikit pintu masuk, bikin repot. Setelah puas berkeliling di masjid yg didirikan oleh Sunan Ampel pada tahun 1421, kami menuju ke makam Sunan Ampel dan keturunannya. Makam Sunan Ampel menjadi tempat ziarah yg suci krn pengunjung diharuskan melepaskan alas kakinya jika ingin memasuki kawasan tersebut dan bagi wanita diharuskan memakai kerudung. Yah, tau lah klo org ziarah dia bakal mendoakan orang yg terdapat di makam.

Di Masjid Agung Surabaya, saya disini hanya numpang sholat saja. Kawasan ini terdiri dari masjid utama dan halamannya yg menjadi tempat parkir mobil" yg datang. Ternyata, bagian dalam mesjid tersebut sangat luas bahkan saya harus berlari untuk mencapai bagian tengah msajid tersebut untuk melakukan sholat, jadi saya sudah capek dluan sebelum melakukan sholat. Tempat wudhu dan toiletnya terpisah mungkin dimaksudkan untuk menjaga kesucian. Disana anda bisa ke toilet dengan menggunakan sendal kayu(sendal yg terbuat dari kayu dan karet) untuk menjaga agar kaki anda tidak kotor. Ada nomornya, tpi jgn pikirkan, pake aja dari pada nyari nomor sendal padahal dah kebelet.

Dan sbagai hadiah dari kesabaran saya, yang capek krn berwisata terus-terusan, saya diajak ke Gramedia. Dan setelah sukses menjarah(baca:membeli) banyak buku yang dibutuhkan, diantaranya Benny & Mice : Lost in Bali yang berkisah tentang 2 penulis Benny dan Mice (baca : Mi-Ce, sudah dipastikan oleh orangnya langsung) yg jalan2 ke Bali, trus Kambing Jantan versi Komik yang berkisah tentang penulis Raditya Dika selama kuliah di Adelaide (ko malah bahas buku ya?), saya mengakhiri jalan-jalan penuh keringat yang membuat saya lelah ini. Sebenarnya bukan saya yg mengakhirinya, tetapi keluarga saya.

Perjalanan ini benar-benar membuat saya lelah, karena sesaat setelah itu saya langsung jatuh tertidur dengan nikmatnya...

Haah...